Postingan

Menampilkan postingan dengan label Investasi

Anomali Ramadan: Kenapa Return Saham Justru Positif di Bulan Penuh Ibadah?

Gambar
Pernahkah terbayangkan bahwa suasana religius di bulan suci bisa mengubah angka-angka di papan bursa menjadi hijau royo-royo? Dunia investasi sering kali dianggap sebagai arena yang murni digerakkan oleh angka, logika matematika, dan laporan laba rugi yang dingin. Namun, jika kita melihat lebih dalam ke kalender Hijriah, muncul sebuah fenomena unik yang menantang asumsi konvensional tersebut, yakni fenomena yang dikenal sebagai Anomali Ramadan . Secara logika sederhana, banyak orang berasumsi bahwa aktivitas ekonomi akan melambat selama bulan suci ini karena jam kerja yang berkurang, fokus masyarakat yang beralih sepenuhnya ke ibadah, serta penurunan produktivitas fisik akibat puasa, yang seharusnya membuat pasar saham ikut lesu atau setidaknya bergerak stagnan. Nyatanya, data empiris justru menceritakan kisah yang bertolak belakang dengan asumsi tersebut, sebagaimana diungkap dalam penelitian mendalam oleh Al-Hajieh et al. (2011) yang mengamati pasar saham di 15 negara Timur T...

Saham Syariah Outperform Saat Krisis: Bukan Kebetulan, Ini Bukti Ilmiahnya

Gambar
Sering kali dalam dunia investasi, kita mendengar klaim bahwa saham syariah memiliki daya tahan yang lebih tangguh dibandingkan saham konvensional, terutama saat badai krisis ekonomi menghantam. Namun, benarkah demikian, ataukah itu hanya sekadar mitos yang dibalut sentimen religius? Pertanyaan besar ini akhirnya terjawab melalui bukti ilmiah yang sangat kuat dari penelitian berskala global. Salah satu studi paling komprehensif dilakukan oleh Jawadi dan rekan-rekannya pada tahun 2014, yang membedah kinerja indeks saham Islam dan konvensional di tiga wilayah utama: Eropa, Amerika Serikat, dan pasar global yang mencakup periode tahun 2000-2011, periode yang memaksa pasar modal melewati dua ujian paling mematikan dalam sejarah modern, yaitu runtuhnya gelembung dotcom serta krisis subprime mortgage pada tahun 2008. Ketangguhan yang teramati dalam data tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari mekanisme penyaringan yang sangat ketat dalam prinsip syariah. Melalui an...

Indonesia vs Malaysia: Mengapa Respons Pasar Saham Keduanya Berbeda Saat Perang Ukraina?

Gambar
Ketika dunia dikejutkan oleh deru mesin tank Rusia yang melintasi perbatasan Ukraina pada 24 Februari 2022. Dalam sekejap, guncangan itu merambat ribuan kilometer hingga ke layar-layar bursa saham di Asia Tenggara, memicu kepanikan yang membuat grafik harga menukik tajam. Fenomena ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata dari Indeks Risiko Geopolitik (GPR) yang sedang menguji ketahanan ekonomi sebuah negara. Namun, di tengah badai tersebut, muncul sebuah anomali menarik yang diungkap dalam studi terbaru oleh Wijaya et al. (2024); meski bertetangga dekat, pasar saham Indonesia dan Malaysia menunjukkan "wajah" yang sangat berbeda dalam merespons konflik tersebut. Ketidaksamaan respons ini terlihat jelas ketika data dari periode Januari 2000 hingga Maret 2022 diolah menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS), sebuah metode statistik untuk melihat hubungan sebab-akibat yang mendalam. Melalui metode ini, peneliti menemukan bukti empiris yang c...